Arsip Berita Terbaru

Polling

Bagaimanakah kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

INACEWs (Indonesia Zero Stock Contraceptive Early Warning) yang merupakan salah satu aplikasi yang dikeluarkan oleh BKKBN untuk mengetahui stok alokon di setiap Klinik Keluarga Berencana (KKB) atau Fasilitas Kesehatan (Faskes). Pada hari ini (19 September 2017) dilaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan aplikasi INACEWs di Kabupaten Kebumen yang bertempat di Aula Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kebumen (Jl. Arungbinang No. 19 Kebumen) yang dibuka oleh Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kebumen (drg. Sri Purwitasari, MM)

Monev serta konfirmasi dilaksanakan oleh Tim dari BKKBN RI bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 7 (tujuh) orang yang dipimpin oleh Dody Asih Nyoto, SE, MAPS (Kasi Bina KB Klinik Pemerintah) dari Direktorat Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah BKKBN RI. Peserta kegiatan monev berasal dari 24 KKB dari22 Kecamatan di Kabupaten Kebumen sebagai percontohan tingkat Jawa Tengah.

Monev aplikasi INACEWs di Jawa Tengah dilaksanakan oleh Tim BKKBN RI dan Perwakilan BKKBN Jawa Tengah di 2 (dua) kabupaten yaitu Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Boyolali.

Monev aplikasi INACEWs bertujuan untuk konfirmasi pencapaian aplikasi INACEWs yang datanya telah diisi oleh KKB/Faskes serta sebagai bahan kebijakan dalam menyusun perencanaan pemerintah pusat (BKKBN RI) terkait penyediaan stok alokon.

Dari hasil konfirmasi dan monev aplikasi INACEWs Kabupaten Kebumen mencapai angka 76% jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Boyolali yang hanya mencapai 61%. Berdasarkan hasil monev dan konfirmasi di Kabupaten Kebumen terdapat 6 KKB yang aktif menginput data stok dan penggunaan setiap bulannya (setiap tanggal 25 akhir bulan s.d tanggal 7 awal bulan).  Jika hal ini diterapkan oleh 18 lainnya maka Kabupaten Kebumen bisa mencapai kondisi 100%. adapun kendala dari 18 KKB lainnya diantaranya yaitu proses input data alokon ke aplikasi INACEWs melebihi tanggal yang telah ditetapkan sehingga mengakibatkan data tidak terekam pada bulan tersebut dan data terekam pada bulan berikutnya.

Mensikapi kondisi tersebut maka BKKBN RI merencanakan penyempurnaan aplikasi dengan menambahkan konten aplikasi (tombol nama bulan) sehingga tidak terjadi kesalahan dalam input data alokon sesuai bulan.