Berita Terbaru

Polling

Bagaimanakah kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita Terbaru / Kisah Perjuangan Handini (15 th) Remaja Lumpuh Akibat Korban Tabrak Lari Mencari Kesembuhan

Kisah Perjuangan Handini (15 th) Remaja Lumpuh Akibat Korban Tabrak Lari Mencari Kesembuhan

Kebumen. Saat itu tidak menyangka bahwa
kehadiran saya dalam Safari KB dalam rangka Harlah Muslimat merupakan hidayah
Allah untuk menangani hal lain diluar KB (Keluarga Berencana).  Saya hadir
selaku Kepala DInas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
untuk memotivasi teman-teman yang bekerja maupun calon aseptor yang masih ragu,
selain untuk supervisi pelayanan.  Pelayanan Safari KB tersebut
diselenggarakan di Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin Siti Khodijah Kebumen,
Rabu (27/2/2019). Hadir bersama pada kesempatan tersebut Kabid KB Drg. Sri
Purwitasari, serta Kasie KB Sutarso.  Sedangkan dari pengurus muslimat
Kebumen, hadir Hj Zuhro Yazid Mafud (Istri BUpati Kebumen), ketua Hj Siti
 Mutmainah SPd yang sudah tiga periode memimpn Muslimat Kebumen, dan Hj
Anisa pengurus Bidang Kesehatan.  Pada Kesempatan ramah tamah, Hj. Anisa
menyampaikan WA dari masyarakat tentang adanya siswa SLTP (Handin) miskin yang
lumpuh total setelah menjadi korban tabrak lari.  Mendengar kata miskin
dan sakit adrenalin saya melonjak, dan saat itu juga saya minta alamat lengkap
serta mengajak mereka untuk bezoek saat itu juga.  Alhamdulillah walaupun
tanpa persiapan mereka bersedia. Singkat kata kami sampai rumah Handini yang
sangat menggambarkan kemiskinan absolut. Ketika kami masuk, aroma pesing
menyengat.  Saya yakin anak ini patah tulang belakang disegmen Thoraco
Lumbal sehingga bukan hanya kedua kakinya yang lumpuh otot pengendali kencing
dan BAB nya juga ikut lumpuh.  Sangat jarang kasus seperti ini bisa pulih,
belum lagi biaya pengobatan dan perawatan luka ikutannya seperti
decubitus.  Sesak sekali rasanya membayangkan apa yang harus
diperjuangkan, karena kartu KIS saja belum punya. Sambil menahan tangis, saya
lakukan anamnese diikuti pemberian motivasi untuk si anak.  Pembawaan
cerianya menutup segala kegalauan dan kesedihannya.  Sudah 5 bulan tidak
sekolah karena lumpuh total, sehingga hanya tergeletak di tempat tidur yang
reyot dengan kasus kapuk yang tipis dan keras, lusuh.  Perkiraan saya dia sudah
tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan.  Air mata saya semakin deras
ketika ternyata dia masih punya keinginan untuk sekolah lagi dan menjadi guru,
walaupun tidak tahu caranya. Permasalahan ternyata bukan hanya penyakitnya,
tetapi masalah social yg dihadapi Handini.  Mereka tujuh saudara, Ayahnya
sudah meninggalkan mereka cukup lama, ibu bekerja sebagai PRT di Jakarta jarang
pulang.   Untuk hidup sehari-hari kakak tertua menjadi buruh jahit
siang malam karena dibawa pulang, dengan cara pinjam mesin jahit orang lain.
Aoakah kakaknya menyerah? Masya Allah ternyata tidak.  Mereka berusaha
berobat mulai dari puskesmas sampai dengan pijat orang pintar dari sisa hasil
menjahitnya.  Tetapi setelah 5 bulan berusaha kondisi semakin parah mereka
juga sudah tidak punya lagi cara dan dana.  Alhamdulillah, Allah melalui
kuasanya menarik saya ke rumahnya untuk memikirkan segala tantangan sosialnya,
Langsung saya panggil Kades dan perintahkan Maryam (TKSK Kebumen) untuk
menindak lanjuti permasalahan kesehatannya.  SIngkat cerita sampai
akhirnya punya KIS PBI.dan direncanakan ke RSUD Soedirman (type C).  Saya
siapkan ambulance gratis dan tenaga pendamping Maryam.  Alhamdulillah
berhasil periksa dan rawat inap di Bangsal Terate B-10 RSUD Kebumen, pada hari
Senin (4/03/2019).  Langkah awal membawa Handini ke RSU mendapat ridlo
Allah, mudah-mudahan Allah masih terus mengijinkan kami membantu Handini sampai
titik darah penghabisan, karena sebagai dokter saya tahu prognose penyakitnya.
Tetapi saya masih sangat yakin ilmu medis setinggi apapun bisa dibalik 180
derajat jika Allah menghendaki, nasib Handini saya pasrahkan Allah. (bersambung)