Polling

Bagaimanakah kinerja instansi pemerintah daerah di Kabupaten Kebumen ?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Artikel / Rumah SInggah Rehabilitasi Mental Dosaraso Dikunjungi CAPASKIBRA 2019 Kab Kebumen

Rumah SInggah Rehabilitasi Mental Dosaraso Dikunjungi CAPASKIBRA 2019 Kab Kebumen

Ditengah-tengah latihan
menghadapi peringatan HUT RI ke 74, sejumlah 47 anggota Capaskibraka Kabupaten
Kebumen melakukan kegiatan sosial di Rumah Singgah Rehabilitasi Mental Dosaraso. Kegiatan dilaksanakan hari Sabtu (10/8)
tersebut berjalan kurang lebih selama tiga jam mulai pukul 13.00 WIB.

Anggota Capaskibraka tersebut
 dikoordinir oleh 6 Anggota Purna
Paskibraka Indonesia (PPI). Dalam sambutannya Nouval selaku koordinator
didampingi  Budi Wicaksono, menyampaikan
bahwa kegiatan sosial Capaskibraka ini didorong rasa ingin berbagi dengan saudara-saudara
yg kurang beruntung.

Untuk melaksanakan
kegiatan, para anggota Capaskibraka dibagi tiga kelompok kelas untuk memberikan
bimbingan kepada para Penerima Manfaat (Penghuni) Dosaraso. Ketiga kelas
tersebut adalah kelas memasak dibimbing Shafna membuat roti goreng coklat,
kelas musik dibimbing Januar mengajari bermain gitar dan mengajak menyanyi
lagu-lagu dari D'Masiv 'jangan menyerah' dan 'laskar pelangi', kelas menjahit
dibimbing Azmar membuat Bros. Setelah
acara kelas bimbingan masing-masing pembimbing dan PM menyampaikan presentasi tentang
hasil bimbingannya.

Beberapa acara yang
lain sesudah kegiatan kelompok kelas berupa pemberian sumbangan sembako dan
pakaian, serta pemotongan tumpeng dan makan bersama.  Sebaliknya dari Dinas Sosial memberikan
bimbingan dan pengenalan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang disampaikan
oleh Budi Wicaksono dan Fajar kepada anggota Capaskibraka.

Dalam pengarahanya,
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Birowo, SH. yang didampingi  Kepala Seksi 
Anwar, mengucapkan terima kasih atas ketulusan adik-adik Paskibra.  Semangat untuk berbagi merupakan semangat
kepahlawanan yang harus terus dihidupkan dalam hati para pemuda penerus
bangsa.  Di era millennium sekarang,
ancaman kita tidak perang secara fisik, tetapi perang proxy dengan cara merusak
mental pemuda.  Indivisualisme juga
sangat mendominasi era millennium, contoh yang sangat jelas, sekarang ditempat
umum jarang orang saling berkomunikasi langsung, tetapi masing-masing lebih
asyik dengan gadget masing-masing.

Secara terpisah, dr.
Budi Satrio, M.Kes Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana (Dinsos PPKB), sangat mengapresiasi insiatif para pemuda Capaskibra.
Kegiatan tersebut merupakan bagian program Positive
Youth Development (PYD)
atau Pengembangan Pemuda Posititip.  PYD ini sangat mendunia karena pemuda yang
pada kodratnya baik dan berpotensi berprestasi di segala bidang.  Namun pemuda terancam dengan keberadaan virus
VUCA (Volatile Uncertainly Complexity Ambiguity) atau cepatnya perubahan
ketidak pastian kekomplekan serta ambigutas. 
Untuk itu pemuda harus menjadi pemuda yang Super Agil.  Pemuda Super Agil adalah pemuda yang memiliki
pandangan jauh kedepan, memiliki kepekaan social, bersemangat kolaborasi, serta
siap menerima dan adaptasi dengan perubahan sebesar apapun. 













Dari aspek lain, Dosaraso yang didirikan pd 23
Desember 2017 juga merupakan berkah dari kepedulian sosial dan semangat Kebumen
Inklusi.  Buah dari keprihatinan bersama
atas banyaknya pemasungan kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), oleh
keluarga maupun panti swasta. Harapannya
Dosaraso menjadi rehabilitasi sosial bagi penyandang cacat mental/ ODGJ bekas
psikotik, agar mampu mandiri dan berperan aktif dalam masyarakat.   Kini, Dosaraso semakin berperan dalam
Pembangunan Kabupaten Kebumen.